FKSRSN Menggagas Reboisasi Percontohan di Siatas Barita

Administrator Administrator
FKSRSN Menggagas Reboisasi Percontohan di Siatas Barita
Ist|pelitabatak
FKSRSN Menggagas Reboisasi Percontohan di Siatas Barita

Jakarta (Pelita Batak):

Beberapa lahan hutan  di Rura  Silindung, Kabupaten Tapanuli  Utara, Provinsi Sumatra Utara, sudah saatnya direboisasi untuk mencegah banjir bandang dan tanah longsor. Salah satu di antaranya, Bukit Siatas Barita, lokasi objek wisata rohani, Salib Kasih. 

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi secara virtual dengan topik "Gerakan Reboisasi Di Dolok Siatas Barita Menyelamatkan Rura Silindung Nauli" yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi & Sinergi Rura Silindung Nauli (FKS-RSN) Minggu malam (30/5/2021). 

Berkaitan dengan itu FKS-RSN sepakat menggagas proyek percontohan reboisasi di Siatas Barita, sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan hutan dan melestarikan lingkungan di Kabupaten Tapanuli Utara. Kelompok Kerja FKS-RNS akan mengajak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, pemuka agama,  tokoh masyarakat dan pers, untuk mewujudkan Gerakan Moral Reboisasi ini. 

Ketua Umum FKS-RSN Sahala Panggabean mengemukakan, banjir bandang di Parapat, kota wisata di tepi Danau Toba, pada Kamis  13 Mei 2021, serta laporan kerusakan hutan di beberapa kawasan di Tapanuli Utara mendorong  kita untuk secepatnya merawat lingkungan dengan cara reboisasi dan berharap penebangan dihentikan. 

Pada kesempatan itu, Sahala menunjukkan sejumlah foto tentang kerusakan lahan, antara lain, di lereng Bukit Martimbang, Bukit Sitarindak, Garoga, Bukit Nauli, dan Bukit Imun. Maka gerakan reboisasi sudah mendesak. 

Moderator diskusi, Gilbert Simanjuntak, mengajak peserta diskusi, antara lain, Budi Lumban Tobing, Pinondang Simanjuntak, Pos Hutabarat, Posma Lumban Tobing, Oliver Simorangkir, Daulat Lumban Tobing, Singal Sihombing, Gunawan Panggabean, Enderson Tambunan, dan Emma boru Lumban Tobing, untuk menyampaikan pandangan dan masukan. Peserta pun sepakat dimulainya program percontohan di Bukit (Dolok) Siatas Barita. 

Gunawan Panggabean, yang melakukan survei  di lapangan, menjelaskan tersedianya lahan untuk percontohan reboisasi di Siatas Barita yang dikuasai oleh negara. Selain itu, pihak Kehutanan Tapanuli Utara masih memiliki bibit-bibit pohon yang siap ditanam. 

Penasihat FKS- RSN Posma Lumban Tobing juga sependapat pentingnya segera dilakukan reboisasi. Ia memberikan banyak masukan, antara lain, menyangkut jenis pohon  yang akan ditanam. Ia berpendapat yang  ditanam sebaiknya jenis buah-buahan.

 Gilbert menandaskan masukan yang diperoleh dari semua peserta pada diskusi pertama ini akan difinalksn pada pertemuan berikut. Peserta diskusi berikutnya akan diperluas dengan mengundang, antara lain, pihak KLHK dan Pemkab Tapanuli Utara. (red/ET)

Komentar
Berita Terkini