Dokter Dituding Tinggalkan Mayat di 'Jalan', RSUD Tarutung Didatangi Warga Tengah Malam

Administrator Administrator
Dokter Dituding Tinggalkan Mayat di 'Jalan',  RSUD Tarutung Didatangi Warga Tengah Malam
IST | Pelita Batak

Taput (Pelita Batak):

Mayat seorang ibu, yang sebelumnya merupakan pasien BPJS di RSUD Tarutung, Tapanuli Utara, akhirnya meninggal namun saat hendak dibawa ke Pahae, pihak RSUD justru meninggalkan mayat di Hutabarat Parbaju Tonga,Tarutung.

Almarhum Boru Siahaan (Ny Hutabarat), saat opname di RS terdiagnosa penyakit paru namun saat meninggal dan mayatnya akan dibawa ke Pahae, oleh seorang oknum dokter ber-inisial SP, menyebut bahwa korban merupakan pengidap virus covid 19, sehingga warga kampung sempat geger dan tidak mau melayat.

"Tolong lah bantu bang, supaya diliput oleh media, supaya tidak terulang kembali dimana pasien di RSU ditelantarkan. Dua minggu lalu keluarga kami juga mengalaminya, orang saya meninggal dan ditelantarkan," sebut warga Pahae yang pertama sekali menginformasikan aksi demo tersebut kepada awak media Pelita Batak.

Dari video yang diunggah oleh salah seorang netizen, tadi malam pada jam 22.39 Wib (Selasa malam, 28/04-2020) nampak puluhan keluarga korban mendatangi RSUD dan membawa beberapa poster yang bertuliskan tuntutan, salah satunya meminta agar oknum dokter (SP) segera hadir di RSU

"Mana dokter SP, segera datang kesini, pertanggungjawabkan omongan mu. Orang tua hanya sakit paru, tapi kau bilang karena virus Korona. Kalau orang tua kami meninggal karena Virus korona, berarti saya juga sudah kena karena saya menciumnya sebelum dikubur. Saya boru Hutabarat, saya anaknya," sebut salah satu putri almarhum.

"Kalian perlakukan orang tua kami seperti binatang: mayatnya kalian buang dijalanan, apa dokter tak punya ibu? Dimana perikemanusiaan kalian," sebut seorang ibu muda dalam video tersebut

Suasana sempat ramai dan adu argumen saat petugas datang untuk menenangkan massa. Tampak dalam video bahwa seorang petugas menyambungkan telpon dengan Bupati Taput, Nikson Nababan dan disela pejabat itu bertelpon, seorang ibu berteriak:

"Tolong kami pak Bupati. Mayat orangtua kami dibuang ditengah jalan. Dari jam satu siang kami tunggu itikad baik mereka karena katanya mereka (red= pihak RSU mau datang minta maaf, tapi hingga malam ini tak nongol orangnya makanya kami datang kesini," sebut Ibu yang lain.

Rabu pagi sekitar pukul 08.20 WIB, wartawan media "Pelita Batak"  meminta tanggapan dan penjelasan dari Direktur RSU via WA, namun hingga tulisan ini dibuat, belum ada jawaban dari Direktur.(JJ)

** berita ini telah mengalami pengeditan, pada Rabu 29/4/2020 pun 17.23 WIB.

Komentar
Berita Terkini