Perayaan Natal Masyarakat Kecamatan Lintongnihuta

Administrator Administrator
Perayaan Natal Masyarakat Kecamatan Lintongnihuta
IST|Pelita Batak

Jakarta (Pelita Batak):

Perayaan Natal Persatuan Masyarakat Kecamatan Lintongnihuta (PMKL) Se-Jabodetabek dilaksanakan di Gedung Graha Dirgantara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Sabtu, 23/12/2023.

Tema Natal : "Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi" Lukas 2 : 14. Sedangkan Sub tema : "Mari kita bersama-sama wujudkan Cinta Kasih dan mempererat persaudaraan di antara seluruh anggota Persatuan Masyarakat Kecamatan Lintongnihuta (PMKL) Se-Jabodetabek"


Perayaan dimulai dengan Prosesi, oleh MC Estina Sihombing dan Martupama Sihombing, dilanjutkan Ibadah, ramah tamah, dan hiburan.

Votum dan doa pembukaan dipimpin Pdt. Ranap Aritonang, S.Th. Kotbah dilayani Pdt. Binahar Sihombing, M.Th., dan Doa Syafaat oleh Pdt. Jire Sihombing, S.Th.


Penyalaan lilin oleh Pdt. Binahar, Gunung Simaremare (Penasihat), Ir. Timbul Sinaga (Pembina), Lindung P. Sihombing, S.H., M.H. (Panitia) dan St. Nasuman Sihombing mewakili Orang Tua. Perayaan Natal tahun ini dihadiri Lamhot Sinaga anggota DPR RI.

Dalam kotbahnya Pdt. Binahar mengatakan berkat yang luar biasa bila kita memahami perbuatan Tuhan yang bertindak luar biasa kepada kita.


Gembala (parmahan) yang pertama sekali menerima kabar baik kelahiran Yesus Kristus. Parmahan orang yang terpinggirkan dan tidak mendapat perhatian masyarakat. Tetapi Tuhan memberi tempat buat Parmahan di Betlehem.

Binahar mengingat kembali banyak kerbau di Lintongnihuta di zaman dahulu, tetapi saat ini tinggal sedikit. Parmahan di kampung zaman dulu termasuk orang kurang diperhatikan. Kelebihan parmahan jarang sakit, walaupun hujan dan panas terik matahari dilalui setiap hari. Semua makanan di ladang dilahapnya, tetapi tetap kuat dan sehat.

Allah rekonsiliasi dengan manusia. Hati yang menghamba, Allah mendamaikan diriNya dengan manusia. Bukan seperti manusia yang sering menghitung kesalahan orang lain. Bahkan dahulu, ada istilah mardomu di tano rara (setelah meninggal ketemu di tanah). Hal ini tidak perlu terjadi lagi (unang marbadai). Tuhan tidak mengingat dosa manusia, demikianlah kita dengan sesama kita.

Bila Tuhan memberi akal, kepintaran, hikmat kebijaksanaan, kekayaan melebihi dari orang lainnya, janganlah membuat jarak dengan sesama. Jadilah PMKL menjadi berkat. Tidak menganggap rendah sesama saudara, harus saling mengingatkan dan saling tolong menolong.

Jadilah masyarakat PMKL menjadi pemimpin-pemimpin, jangan menjadi ekor, tetapi menjadi kepala.

Lebih baik melakukan satu perbuatan baik daripada seribu kata-kata. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.***

Komentar
Berita Terkini