Sepakat Daftarkan Ulos ke UNESCO, Enni Pasaribu Didaulat Sebagai Koordinator Tim

Administrator Administrator
Sepakat Daftarkan Ulos ke UNESCO, Enni Pasaribu Didaulat Sebagai Koordinator Tim
Istimewa
Enni Martalena Pasaribu bersama para tokoh diantaranya RAY Sinambela, Parlindungan Purba, Dr RE Nainggolan MM, foto bersama usai diskusi.
Medan (Pelita Batak)

Sejumlah tokoh masyarakat yang konsern dan memberikan perhatian terhadap ulos, sepakat untuk mendaftarkan 'ulos' sebagai warisan budaya dunia. Demi kelancaran proses pengusulan, Enni Martalena Pasaribu SH didaulat sebagai Koordinator Tim yang akan mengkoordinir dan mempersiapkan segala sesuatunya.

 

Sebab, pengajuan ulos ke lembaga internasional, UNESCO, semakin diyakini akan menambah nilai lebih bagi hasil cipta karya masyarakat Batak pada zaman dahulu. Sebab, saat ini telah terjadi degradasi nilai dan makna ulos di tengah perkembangan zaman.

 

Enni yang sejak beberapa tahun terakhir tekun mengurusi persoalan pelestarian ulos, kini juga menjadi Ketua Panitia Hari Ulos tahun 2016. Parlindungan Purba MM yang merupakan Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Sumatera Utara dan mantan Sekretaris Daerah Sumatera Utara Dr RE Nainggolan MM menjadi tokoh yang menyuarakan dipilihnya Enni menjadi koordinator.

 

"Ibu Enni sudah memulai. Supaya ada lanjutan dari diskusi ini kita angkat beliau menjadi koordinator," ucap Parlindungan Purba.

 

Usai dipilih Enni menyebutkan akan mengumumkan struktrur kepengurusan pada beberapa hari mendatang. Ia bahkan sempat meminta Prof Robert Sibarani menjadi penasehat. "Nanti pada 24 Agustus saat Seminar Ulos Menjadi Warisan Budaya Dunia akan diumumkan strukturnya. Tapi kalau bisa pak Profesor menjadi penasehat lah," ujar  Enni disambut tepuk tangan peserta diskusi.

 

Sejumlah tokoh lain yang hadir seperti ND Malau, Mangatas Pasaribu, Jadi Pane, Robinson Nababan, RAY Sinambela, JP Sitanggang, Bukti Hutagalung, Drs Thompson Hutasoit dan sejumlah tokoh lainnya, menyatakan sepakat untuk mengusulkan ulos ke UNESCO.

 

Parlindungan Purba mengatakan mendukung juga menyebutkan pernah berbicara dengan pimpinan DPD mengenai keunikan ulos. Harapannya dunia akan mengenal Ulos. "Saya sudah berbicara dengan pak Irman Gusman terkait hal ini," ucap Parlindungan.

 

Demikian halnya dengan tokoh yang aktif memperjuangkan kawasan Danau Toba ke UNESCO, Dr RE Nainggolan,M.M juga terlihat antusias dengan rencana pendaftaran ulos ke UNESCO. Ia meminta masyarakat batak untuk bersatu.

 

"Pasti bisa. Kedepan kita harus bersatu. Masyarakat batak punya beragam perspektif, ini yang barus disatukan terlebih dahulu. Kita harus menerima pikiran dan mengembangkanya. UNESCO tidak akan menerima ulos kalau kita belum bersatu. Ini awal gerakan yang bagus," ucapnya.

 

Sebagai akademisi dan yang paham budaya Batak serta aktif di lembaga budaya nasional prof Robert Sibarani menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan. Persiapan daerah harus matang sebelum melangkah ke tingkat UNESCO.

 

Terutama tentang kesamaan perspektif tentang ulos ini harus bisa dibentuk. Karena dalam upaya mempertahankan nilai-nilai kebudayaan ada yang akan dicapai, bukan sekedar melestarikan atau melindungi ulos tapi harus mengembangkan. (TAp)

Komentar
Berita Terkini