Mengenal Budaya Pertanian Batak: 'Mangordang' dalam Menanam Padi Darat

Administrator Administrator
Mengenal Budaya Pertanian Batak:  'Mangordang' dalam Menanam Padi Darat
bangka pos
Mangordang atau menugal

Orang Batak sudah lama mengenal dunia pertanian. Mereka bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhannya. Selain berburu untuk memenuhi kebutuhan daging, beternak sudah lama membudaya.

 

Untuk kebutuhan peralatan, dibeli dari luar daerah. Sebab tambang besi tak ada di Tanah Batak. Diperkirakan Barus, yang berada di Tapanuli Tengah sekarang yang menjadi daerah perniagaan. Pedagang asing membawa peralatan pertanian, dan dibarter dengan hasil bumi orang Batak.

 

Perkenalan dengan dunia lain itu membawa budaya pertanian baru ke Tanah Batak. Entah sejak kapan, orang Batak mulai menanam padi untuk memenuhi kebutuhan beras lokal. Sebelum mengenal pertanian sawah, kebiasaan menanam padi di darat (padi gogo) sudah membudaya. Bahkan hingga kini, masih ada yang mempertahankan tradisi ini.

 

Sebelum menanam padi yang lazim disebut 'mangordang', tanah digemburkan terlebih dahulu. Biasanya dua kali penanganan. Pertama, 'mangombak balik', yakni mencangkul tanah, dengan mengangkat bagian bawah tanah ke atas, sekitar 30 cm. Kedua, setelah dibiarkan beberapa hari, lalu dicangkul lagi lebih halus untuk menggemburkan tanah.

 

Setelah menunggu hujan turun, atau yakin akan datang hujan dalam waktu sesegera mungkin, barulah dimulai kegiatan 'mangordang'. Pria atau perempuan dewasa memegang dua kayu seperti tongkat yang bagian bawahnya sudah diruncingkan. Dalam bahasa Indonesia, ini disebut dengan 'menugal'.

 

Kayu tadi ditancapkan ke tanah untuk melubangi, sehingga terbentuk deretan lubang yang memiliki jarak yang sama. 'Pangordang'akan diikuti orang yang memasukkan padi (bibit) ke dalam lubang, disusul yang memasukkan pupuk (bisa kompos, bisa pupuk buatan). Lalu, ada yang bertugas menutup dengan kaki atau tangan.

 

Setelah 'mengordang', maka dalam beberapa minggu, padi akan tumbuh. Lalu akan ada kegiatan lanjutan. Apa itu, tunggu dalam tulisan selanjutnya.(Anto Lumbantoruan) 

 


Tag:
Berita Terkait
Komentar
Berita Terkini