Melihat Budaya Antri di Taiwan: Kebiasaan Positif yang Ditanamkan Sejak Kecil

Administrator Administrator
Melihat Budaya Antri di Taiwan: Kebiasaan Positif yang Ditanamkan Sejak Kecil
Flemming Panggabean
Anak muda Taiwan sedang antri m wetembeli minuman Tiger Sugar

Taichung (Pelita Batak):  Budaya antri di Taiwan sepertinya memang sudah sangat lazim, namun di mata orang asing, berdiri di antrian yang cukup panjang akan sangat membuang-buang waktu. 


Bagi kebanyakan orang Indonesia yang tinggal di Taiwan, kesan yang didapat ketika hendak membeli jajanan makanan atau minuman yang terkenal yang baru saja dibuka, mereka merasa jika harus ikut antrian yang panjang akan sangat membosankan dan lebih baik memilih alternatif lain, yaitu membeli di toko lain. 


Namun bagi kebanyakan orang Taiwan, mereka sudah terbiasa mengantri dengan sabar meskipun harus menunggu sekitar satu jam lebih untuk membeli barang atau makanan/ minuman yang sangat spesial tersebut. Hal yang berbeda disampaikan oleh orang asing dari negara tetangga Taiwan yaitu Jepang. 


Seorang warga negara Jepang mengakui bahwa mengantri adalah sesuatu yang bernilai untuk membeli sesuatu makanan atau minuman yang lezat, meski itu cuma sekedar es krim, popcorn atau bubble milk tea.


Sebuah survei yang dilakukan Fun Street Talk terhadap orang asing, mengungkapkan bahwa waktu yang umumnya masih ditolerir oleh orang-orang asing adalah rata-rata 10 sampai 15 menit, kecuali memang barang yang hendak dibeli sangat-sangat diinginkan dan tidak ada barang penggantinya.


Sebenarnya, budaya antri ini sudah ditanamkan semenjak orang Taiwan masih berada di jenjang sekolah dasar. Selesai jam pelajaran sekolah, murid-murid yang hendak menunggu bus sekolah jemputan ataupun bus umum harus membuat antrian yang teratur sebelum naik ke dalam bus. Dan pada saat bus tiba, mereka harus naik satu per satu ke dalam bus dan tidak saling berebutan, tidak saling mendahului satu sama lain. 


Kebiasaan dari kecil inilah yang terus dibawa sampai mereka dewasa dan menjadi suatu budaya setiap kali mereka hendak membeli makanan ataupun hendak menunggu bus datang yang akan mereka tumpangi kembali ke rumah masing-masing selesai dari pekerjaan mereka.(*)


Penulis: Flemming PANGGABEAN

Mahasiswa Doktor di National Chung Hsing University || Pengajar Bahasa Indonesia di National Taichung University of Science & Technology || Pendiri Forum Diaspora Sumatera Utara Taiwan || Alumni Kampus Politeknik Informatika Del  || Alumni Universitas Indonesia || Alumni Asia University Taiwan

Komentar
Berita Terkini