DPR RI dan DPD RI Sambut Baik Ulos Warisan Budaya Tak Benda Nasional Menuju Unesco

Administrator Administrator
DPR RI dan DPD RI Sambut Baik Ulos Warisan Budaya Tak Benda Nasional Menuju Unesco
Ist|PelitaBatak
Panitia hari ulos saat bertemu dengan Pimpinan DPD RI dan DPR RI di Jakarta

Jakarta (Pelita Batak) :
Sebagai tindak lanjut dari bebagai kegiatan baik Hari Ulos maupun pameran ulos, serta Seminar Ulos Nasional yang telah diselenggarakan oleh Yayasan Pemberdayan Perempuan Indonesia bekerja sama dengan Universtas Sumatera Utara pada tanggal 24 Agustus 2016 yang dibuka Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry diwakili Kepala Museum Sumatera Utara yang memesankan sebagai berikut : “agar ditumbuhkan kecintaan dan kebanggaan sehingga ulos semakin mendunia, sehingga menjadi jati diri masyarakat Batak dan oleh Direktorat Jenderal Kebudayan Kementerian Pendidikan Nasional sudah ditetapkan pada tanggal17 Oktober 2014 menjadi ULOS WARISAN BUDAYA TAK BENDA NASIONAL. Lebih lanjut ditandaskan kepada Panitia Seminar Ulos Nasional yang diketuai oleh Enni Martalena Pasaribu,SH.,MH selaku Ketua Pemberdayan Perempuan Indonesia (YPPI) agar meningkatkan status ulos menjadi warisan Dunia bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayan dan akan didukung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk melengkapi SEGALA persyaratan yang diperlukan untuk menuju ULOS WARISAN BUDAYA TAK BENDA DUNIA ke UNESCO.

Untuk menindak lanjuti amanat Gubsu di atas dan Deklarsi ULOS WARISAN BUDAYA TAK BENDA Dunia akan di usulkan ke UNESCO, maka Panitia Hari Ulos telah bekerja keras dengan serangkaian kegitan dan langkah langkah yang tepat diantaranya meminta dukungan dari berbagai pihak (Pemangku Kepentingan) diantaranya kepada DPRD SU dengan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada tanggal 26 September 2016 dihadiri instansi terkait dan Yayasan Pemberdaayaan Perempuan Indonesia, dalam RDP/RDPU Komisi E DPRD SU menyatakan dukungannya baik kepada SKPD terkait maupun kepada Yayasan Pemberdayaan Perempuan Indonesia.

Selanjutnya pada tanggal 28 September 2016 Pimpinan DPR RI Dr. Agus Hermanto telah menerima audiensi dengan Enni Martalena Pasaribu,SH.,MH selaku Ketua Pemberdayan Perempuan Indonesia (YPPI) yang didampingi Pembina  Raja Jannus Sinabela,SH dan Drs.Wilmar E Simandjorang, Dipl.Ec.,Dipl.Plan.,M.SI, dan  menyambut baik kegiatan Peringatan Hari Ulos pada tanggal17 Oktober 2016 dan mendukung Ulos Nasional agar meningkatkan status ulos menjadi Warisan Dunia, sebagai yang membidangi Korinbang (Kordinator Bidang Industri dan Pembangunan) pada kesempatan itu beliau berjanji akan mendorong lembaga terkait untuk ikut serta ambil bagian mewujudkan pelestarian budaya melalui berbagai program dan kegiatan yang menunjang terlaksanananya  niatan mulia ini, dan beliau menanggupi menghadiri hari ulos yang akan dilaksanakan tanggal 17 Oktober di Medan.

Dan  GKR Gusti Kanjeng Ratu Hemas sebagai pimpian DPD RI pada kesempatan bertemu pada saat audiensi di Ruang Kerjanya yang penuh dengan suasana kehangatan dan keakraban dengan Enni Martalena Pasaribu,SH.,MH yang juga didampingi pengurus Panitia Hari Ulos juga didampingi Jannus Sinabela,SH dan Drs.Wilmar E Simandjorang, Dipl.Ec.,Dipl.Plan.,M.SI,dan Parlindungan Purba anggota DPD RI DAPIL Sumut, Gusti Kanjeng Ratu Hemas sangat menaruh perhaatian yang luar biasa dengan berpesan agar ulos sebagai Warisan Budaya Nasional dikembalikan kepada jiwa yang terkandung didalamnya seperti leluhur orang Batak dulu memperlakukan dan melakoninya yaitu sebagai hal yang bernagna sakral dan masing masing jenis ulos tentunya mempunyai peruntukan yang berbeda sesuai ritual yang dilaksanakan pada kehidupan orang Batak yakni mulai dari kandungan sampai akhir hidup seseorang dan bidang adat istiadat-seni-budaya. Dan beliau berpesan Panitia Hari Ulos agar bekerja keras dan mengikuti serta melengkap persyaratan yang ditetapkan olleh pihak UNESCO dalam menjadikan Ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Dan berjanji akan datang menghadiri Acara Hari Ulos tannggal 17 Oktober 2016 di Hotel Danau Toba Medan. Sekian Titik. (Tap/rel)
 

Komentar
Berita Terkini