Dr. RE Nainggolan MM

Gereja yang Bertransformasi Mendorong Mutu Kehidupan Jemaat dan Bangsa Ditengah Keberagaman

Administrator Administrator
Gereja yang Bertransformasi Mendorong Mutu Kehidupan Jemaat dan Bangsa Ditengah Keberagaman
ist|Pelitabatak
Dr. RE Nainggolan Tokoh Masyarakat Sumut yang aktif memperjuangkan kesetaraan dan pluralisme saat memberikan sambutan di sela-sela acara Seminar Kemitraan Transformasi Bangsa baru-baru ini di Medan

Medan (Pelita Batak):

Gereja yang bertransformasi adalah kekuatan bangsa kita, karena gereja yang bertransformasi akan bermuara pada peningkatan mutu kehidupan jemaat dan mutu kehidupan berbangsa karena hakikat kehadiran gereja adalah menjadi "garam dan terang" ditengah keberagaman bangsa ini.

Demikian disampaikan tokoh masyarakat Sumut yang gencar memperjuangkan kesetaraan dan pluralisme Dr. RE Nainggolan menyikapi suksesnya acara seminar "Kemitraan Bagi Transformasi Bangsa" yang terselenggera atas inisiatif lembaga lembaga Gereja dan Keumatan Kristen Sumatera Utara.

"Kedepan, dialog-dialog seperti ini dalam bentuk seminar harus kita perbanyak sebagai rujukan terdidik untuk membangun, menggarami, mengedukasi warga gereja sehingga panggilan kita sebagai warga gereja sekaligus warga negara bisa berkontribusi maksimal untuk bangsa," tegas Dr. RE Nainggolan lagi.

Dikatakan Dr. RE Nainggolan saat ini tingkat kompleksitas masalah kehidupan jemaat, kehidupan berbangsa sudah makin besar. Untuk itu, antisipasi, strategi, dan visi kedepan harus lebih baik dengan mengedepankan konsep garam dan terang.

RE Nainggolan juga menghimbau agar warga gereja dan Gereja harus senantiasa mengenal tanda-tanda zaman. Saat ini gejala konsumerisme tingkat tinggi, pragmatisme, gaya individualisme, dan apatimse sudah dititik nadir. 

"Ini adalah sebuah gejala yang tidak sehat jika dibiarkan akan membuat mutu kehidupan jemaat dan bangsa akan semakin merosot. Perlu upaya maksimal mengatasinya dengan mengedepankan penyelesaian menyeluruh oleh Gereja dengan mengembalikan hakikat kehadiran misi agung gereja. Dalam hal inilah perlu kehadiran Gereja yang bertransformasi untuk melakukan pendampingan terhadap jemaat untuk mengatasi dampak negatif  kemajuan jaman.

Bahkan Dr RE Nainggolan menghimbau warga gereja harus tahu tanda-tanda zaman dan tahu hidup di zaman apa. Untuk itu warga gereja harus memperlengkapi diri menghadapi perkembangan dan tantangan zaman.

"Itu juga harus menjadi bagian dari upaya kita membangun kemitraan dengan jemaat. Di sisi lain,  hubungan lintas agama juga dibangun, sehingga hubungan kita terbangun dengan damai," ucap RE Nainggolan lagi dengan tegas. 

Kedepan langkah-langkah cerdas dengan mengedepankan dialog seperti seminar Kemitraan Bagi Transformasi Bangsa sangat penting untuk bergumul dan berdiskusi apa yang akan diwujudkan dalam pembangunan bangsa. Karena ada yang mengatakan kalau gereja terlambat mengikuti perkembangan zaman, ada bilang gereja lalai merespon masalah sosial masyarakat, seperti kemiskinan, etika moral, narkoba dan lainnya.

"Sebagai contoh, justru di Kabupaten Tobasa dan Tanah Karo yang notabene mayoritas Kristen tercatat sebagai daerah terbesar pengidap HIV/AIDS di Sumut. Contoh lain, gereja harus menyikapi bahwa plastik itu sangat berbahaya, kalau plastik dimakan ikan dan ikan dimakan anak-anak akan mengakibatkan penyakit seirus. Makanya, gereja harus berjuang menyelematkan lingkungan. Kita jangan bicara kasih kalau tidak mencerminkan kasih," tuturnya.

RE Nainggolan sangat mengharapkan Gereja yang bertransformasi bagi kehidupan jemaat dan bangsa dengan langkah -langkah terukur. Sudah saatnya Gereja melakukan pemeetaan (mapping) terhadap masalah isu-isu kejemaat terkini seperti kemiskinan, kesenjangan, keterbelekangan, pertanian jemaat dan pendidikan jemaat. 

Dengana danya pemetaan maka solusi menyeluruh (bukan parsial) bisa dicari sehingga kehadiran Gereja benar-benar bermanfaat dalam peningkatan mutu kehidupan jemaat di era digital dan globalisasi sekarang ini.

"Kedepan gereja yang bertransformasi adalah gereja yang mampu melakukan pendapingan jemaat terhadap masalah kejemaatan secara terukur dengan mengedepankan kasih sebagai solusi," tegas Dr. RE Nainggolan lagi. (Tim)

Komentar
Berita Terkini