PADA tahun 2007 Perkumpulan (Punguan) Datu Ompu Lobi Nasumurung (Datu Lobi) Sihombing Lumbantoruan Jakarta dan Sekitarnya melakukan "Wisata Iman dan Mengingat Sejarah Jejak-jejak Hidup Datu Lobi Semasa Hidup". Peserta sekitar 70 orang dari Jabodetabek. Datu Lobi merupakan generasi ke-5 (lima) dari Sihombing Lumbantoruan. Perjalanan dimulai dari Medan, Tanah Karo, Sidikalang, Tele Samosir, Humbahas, Lintongnihuta (Bona Pasogit Pomparan Datu Lobi), Tarutung, Laguboti (kampung asal tulang/mertua Datu Lobi), Parapat, P. Siantar dan kembali ke Medan.
Pada tahun 2012 diadakan pesta Partangiangan dan Parolop-olopon Pomparan (keturunan) Datu Lobi di Pasarbaru Lintongnihuta Humbahas. Pada waktu itu, tulang Sibuea dari Laguboti diundang hadir. Juga, hadir keturunan perempuan (boru) Datu Lobi yaitu keturunan Siahaan Lumban Gorat (Tuan Pangorion)/Manalita br. Sihombing dari Tarabunga Balige Tapanuli Utara, Pasaribu Bondar/Marsinta Dongan br. Sihombing dari Lumban Holbung Sosor Lontung Muara Tapanuli Utara, dan Lumban Gaol/ Nianitan br. Sihombing dari Siriaria Pollung Humbahas.

Foto : Foto bersama saat padostahi
Pada pesta tahun 2012 Ketum Panitia adalah St. Rotua Lumbantoruan, Sekretaris Umum Sahat Lumbantoruan dan Bendahara Umum Lasman Sihombing.
Kemudian pada hari Jumat 23/12/2022 diadakan pesta Partangiangan 100 Tahun Tugu Datu Lobi sekaligus Pados Tahi di Pasarbaru Lintongnihuta. Tugu Datu Lobi pertama kali dibuat dan diresmikan pada tahun 1922. Pesta ini untuk mengucapkan Syukur kepada Tuhan atas berkatNya selama ini kepada semua Pomparan Datu Lobi.

Tema acara diambil dari Mazmur 136 : 1 "Bersyukurlah kepada TUHAN sebab Ia baik. Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya", dengan sub tema "Melalui Pesta Partangiangan 100 Tahun Tugu Datu Lobi tahun 2022 kita mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas berkatNya kepada seluruh Pomparan Datu Lobi, dan kita tingkatkan kebersamaan, dan gotong royong sesama Pomparan Datu Lobi di seluruh dunia".
Peserta yang hadir diperkirakan sekitar 2000 orang dari Bona Pasogit dan Diaspora. Hadir juga Bupati Humbahas Emeritus Drs. Maddin Sihombing, M.Si., dan Drs. Nikson Nababan, M.Si.
Ketua Umum Panitia adalah St. Parpunguan Sihombing dari Bandung, Sekretaris Umum Djalan Sihombing dari Jakarta, dan Bendahara Umum Tumpal MH Hutajulu dari Jakarta.
Merupakan momen penting bagi setiap marga-marga Batak dari tanah perantauan (diaspora) di seluruh dunia, untuk berkumpul di kampung asal nenek moyang (Bona Pasogit) secara serentak, bersama-sama dalam satu acara seperti Pesta Sykuran, Rakernas, Rapot Bolon, Marsombu Sihol, atau acara lainnya.

Foto :Maddin Sihombing/Ny. Br. Napitupulu dan Nikson Nababan.
Beberapa contoh kegiatan Marga yang telah dilaksanakan seperti :
a. Parsadaan Pomparan ni Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan Boru dohot Bere Sa-Portibi (PBSS) mengadakan Pesta Parolop-olopon dan Rapot Bolon di Sipultak-Siborongborong Tapanuli Utara 11-12 Mei 2018;
b. Marsombu Sihol Satahi Saoloan Pomparan Raja Sitempang (Sitanggang, Sigalingging, Simanihuruk, dan Sidauruk) Se-Indonesia tanggal 5 Juli 2022 di Samosir.
c. Perkumpulan marga Sijabat yakni Punguan Pomparan Toga Sijabat (PPTS) menggelar acara Pesta Syukuran dan Sombu Sihol Pomparan Toga Sijabat yang diselenggarakan 2-3 Juli 2022 di Ambarita Samosir.
d. Demikian juga marga yang masuk Tamba Tua pesta 20-22 Oktober 2022 di Negeri Tamba. Juara Pagi Sihombing Lumbantoruan dari Lintongnihuta ikut di acara tersebut. Mereka membawa horbo (kerbau) sitikko tanduk, demikian informasi dari Dr. Bongsu Tamba, S.E., M.M.
e. Parsadaan Toga Manalu, Boru dohot Bere/Ibebere (PTMBB) se Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional pada 31 Mei-1 Juni 2022 di Hotel Ester Silangit, Tapanuli Utara dilanjutkan Partangiangan Bolon pada 2 Juni 2022 di Komplek Perkemahan Pemuda HKBP Zetun. Dalam rakernas menyepakati tentang kelanjutan rencana pembangunan Tugu Manalu di Tipang sesuai rekomendasi Musyawarah Besar PTMBB di Medan 8-10 Februari 2019 di Hotel Kanaya Medan.
Kegiatan-kegiatan seperti di atas meningkatkan jumlah pariwisata lokal di KDT (Kawasan Danau Toba), sekaligus meningkatkan perekonomian rakyat. Apabila even seperti itu diadakan sekali dalam 5 tahun, tentu rasa kebersamaan, kekerabatan dan kesatuan/persatuan marga-marga akan tercipta dengan baik.
Walaupun tujuan pokok untuk kegiatan Perkumpulan, akan tetapi peserta akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, lokasi pariwisata, kuliner setempat, membeli oleh-oleh produk-produk setempat, dll.
Semoga marga-marga yang berasal dari KDT, umumnya Sumatera Utara berperan meningkatkan jumlah pariwisata khususnya di KDT dan umumnya di Sumatera Utara ke depan.
Perkumpulan-perkumpulan perlu juga membantu masyarakat di Bona Pasogit untuk membina atau sebagai bapak angkat untuk usaha-usaha kecil di bidang pariwisata, berupa produk-produk yang berkaitan dengan souvenir, dll.**