Prof. M. Hatta: Jejak Perjuangan Sabam Sirait Jadi Panutan

Administrator Administrator
Prof. M. Hatta: Jejak Perjuangan Sabam Sirait Jadi Panutan
Adol Frian Rumaijuk| Pelita Batak
Prof. M. Hatta: Jejak Perjuangan Sabam Sirait Jadi Panutan

Medan (Pelita Batak):

Seminar Nasional Pengusulan Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional yang dilaksanakan di Aula FK Universitas HKBP Nommensen mengungkap berbagai fakta dan pendapat tentang perjuangan Sabam Sirait pemilik nama lengkap Sabam Gunung Panangian Sirait yang menjadi dasar penetapan untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Pergerakan sejak usia muda untuk menegakkan demokrasi di Indonesia, bahkan menjadi pencetus UU Anti Monopoli yang menjamin keleluasaan berusaha.

Keteguhan hati dan prinsip dari sosok pria kelahiran Pulau Simarfan, Tanjung Balai, Sumut tanggal 13 Oktober 1936 itu menjadi semangat perjuangan bagi generasi berikutnya. "Saya cukup bangga dan mendukung ketika panitia mengatakan kepada saya Sabam Sirait diusulkan menjadi pahlawan nasional," kata Prof. M. Hatta selaku penasehat Panitia Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Sabam Sirait dalam sambutannya dalam Seminar Nasional, Selasa (8/2/2022).

Dijelaskannya, sebagai Putra Batak yang dengan tekun berjuang untuk menegakkan demokrasi, Sabam Sirait adalah orang yang mengutarakan pendapat demi kepentingan orang banyak. "Beliau adalah aktor demokrasi di Indonesia yang memiliki karakter yang sangat kuat. Salah satu tokoh dari sekian banyak tokoh yang berjuang untuk demokrasi, dengan prinsip keras, tegas dan jiwa menghargai," ujarnya.

Hal itu lah menurut Prof. M. Hatta membuat sosok Sabam Sirait pantas jadi panutan bagi generasi muda.

Secara daring, Murhardjani Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Menteri Sosial RI dalam seminar menjabarkan proses pengusulan seorang tokoh mendapatkan gelar pahlawan. Berbagai tahapan disampaikan sesuai dengan aturan dan peraturan yang berlaku. Tahapan yang telah dilalui panitia dianggap dalam proses menuju kelengkapan pengusulan gelar pahlawan. Untuk itu, panitia diminta untuk terus bekerja dan melengkapi persyaratan yang diwajibkan.

Sabam Sirait tumbuh menjadi politisi nasional karena ditempa oleh lingkungan dan karakter yang kuat. Pada tahun 1955, Sabam tinggal di rumah Jenderal TB Simatupang dan banyak menimba ilmu politik sejak kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1956.

“Sabam Sirait juga giat membaca buku-buku politik saat di rumah TB Simatupang, karena di sana ada perpustakaan yang lengkap,” kata Sejarahwan Asvi Warman Adam.

Hadir dalam seminar itu Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial RI, Nurharjani, Gubernur Sumut yang diwakili oleh Kaban Kesbanglinmas Provsu Safruddin. Hadir pula Wali Kota Medan Bobby Nasution via zoom, Ketua MUI Medan Prof M. Hatta yang juga penasehat panitia, Sejarahwan Prof Suprayitno, Pengamat Politik dari USU Dr Warjio, pengamat media J. Anto, dan lainnya.(Tap)

Komentar
Berita Terkini