OTT di Labuhanbatu, KPK Terapkan Pasal Ini untuk 4 Tersangka

Administrator Administrator
OTT di Labuhanbatu, KPK Terapkan Pasal Ini untuk 4 Tersangka
IST | PELITA BATAK

Jakarta (Pelita Batak):

Setelah menetapkan 4 orang sebagai tersangka usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis (11/1/2024), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat tersangka dengan pasal berbeda.

Atas perbuatannya, dua tersangka penerima suap, yaitu Bupati Labuhanbatu dan anggota DPRD Labuhanbatu, dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999.

Sementara dua tersangka dari pihak swasta selaku pemberi suap dikenakan dengan jeratan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan

“Tim penyidik melakukan penahanan untuk tersangka EAR, RSR, FS, dan ES masing-masing untuk 20 hari pertama mulai tanggal 12 Januari sampai 31 Januari 2024 di Rutan KPK,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron kepada wartawan, Jumat (12/1/2024).

KPK menetapkan 4 orang tersangka yaitu EAR, Bupati Labuhanbatu, SRS anggota DPRD Labuhanbatu, ES swasta, dan FA awasta.

Ghufron mengatakan, Bupati Erik Adtrada diduga menerima uang suap melalui Rudi Syahputra Ritonga (RSR) selaku orang kepercayaan Erik. Uang itu diberikan dengan kode 'kirahan'.

“Besaran uang yang diterima EAR melalui RSR sejumlah sekitar Rp 551,5 juta sebagai satu kesatuan dari Rp 1,7 miliar,” ujarnya.(*)

Komentar
Berita Terkini