Moderator UEM, Pdt Willem TP Simarmata Berikan Bantuan Sembako untuk Warga Korban Banjir di Sei Rampah

admin admin
Moderator UEM, Pdt Willem TP Simarmata Berikan Bantuan Sembako untuk Warga Korban Banjir di Sei Rampah
Adol Frian Rumaijuk| Pelita Batak
Moderator UEM Pdt. Willem TP Simarmata saat menyerahkan bantuan untuk korban bencana banjir Sei Rampah di wakili Pdt. Santo Marpaung di Kantor BKAG Serdang Bedagai

Sei Rampah (Pelita Batak):

Moderator United Evangelical Mission (UEM) Pdt. Willem TP Simarmata, MA mengunjungi warga korban banjir di Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (18/11/2021). Sejumlah wilayah pemukiman di daerah itu terendam banjir beberapa minggu terakhir, sehingga mengakibatkan warga harus mengungsi serta aktivitas sosial ekonomi dan pendidikan terhenti.

Moderator UEM Pdt Willem TP Simarmata, Deputi UEM Asia Pdt Petrus Sugito diabadikan bersama pendeta dan warga jemaat GKPI Sei Rampah serta anak asuhan Yapentra yang turut dilibatkan dalam kegiatan sosial ini.

Didampingi Deputi UEM Asia Pdt Petrus Sugito, dan Direktur Yapentra Jabes Silaban, Ephorus emeritus HKBP itu disambut Ketua BKAG Serdang Bedagai Pdt Santo Marpaung,STh yang juga pendeta di HKBP Sei Rampah, Pendeta Resort GKPI Sei Rampah Pdt. Jojor Siregar dan jajarannya di Kantor BKAG Serdang Bedagai.

Pdt Willem TP Simarmata sangat prihatin dengan kondisi warga yang hingga saat kunjungannya masih harus mengungsi dan mengakibatkan perekonomian warga semakin terganggu. "Ini sudah berlangsung lebih dari dua minggu, kasihan mereka ini. Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian kita dari UEM dan ada jemaat gereja anggota yang menjadi korban terdampak banjir ini," katanya.

Meski tidak banyak yang bisa diberikan, lanjut Senator asal Sumut ini, pihaknya berharap kehadirannya memberi semangat kepada warga. Dimana, bantuan berupa sembako diberikan kepada warga jemaat gereja anggota yaitu HKBP Sei Rampah, GKPI Sei Rampah dan GBKP Sei Rampah. "Kita datang dengan semangat kebersamaan, kiranya bisa menyentuh para warga kita," ujarnya.

Dia berharap agar pemerintah daerah juga segera merumuskan solusi untuk masalah banjir yang kerap terjadi di daerah Sei Rampah. "Masalah banjir di Sei Rampah harusnya sudah punya solusi sehingga kondisi yang mungkin terjadi semakin parah tidak lagi terjadi di hari yang akan datang," ujarnya.

Petrus Sugito menambahkan, keterlibatan anak-anak asuhan Yapentra sebagai bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga bisa terlibat dalam kegiatan kepedulian lingkungan. "Mereka bisa kita ajak terlibat, mereka membantu kita menyiapkan paket sembako ini. Ini harapan kami, agar ke depan kita semakin peduli satu sama lain," ujarnya. Petrus juga mengatakan keterbatasan pihaknya untuk memberikan bantuan sehingga tidak mencakup seluruh korban, namun diutamakan bagi warga jemaat dari gereja yang menjadi anggota UEM.

Sementara itu, mewakili warga jemaat Pdt Santo Marpaung,STh menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian UEM kepada warga jemaat. Disebutkannya, banjir yang merendam pemukiman warga sudah lebih dari dua minggu. "Memang warga jemaat kita mengalami bencana ini dan sudah semakin sulit ketika banjir berkepanjangan seperti saat ini, namun kami merasa tersentuh ketika UEM melalui Ompui Pdt WTP Simarmata memberi perhatian untuk kami. Atas nama jemaat kami berterima kasih, Tuhan memberkati," katanya yang juga diamini oleh Pdt. Jojor Siregar.

Sebagaimana disampaikan pemerintah sebelumnya, akibat kondisi banjir tersebut, jumlah warga yang terkena dampak di Desa Sei Rampah mencapai 5.600 rumah atau Kepala Keluarga (KK). Hingga kunjungan ini berlangsung, sejumlah wilayah masih terendam banjir.(TAp)

Komentar
Berita Terkini