Ketua Umum HBB Tuding Kepolisian Abaikan Keadilan Jika Tidak Batalkan Penetapan Tersangka untuk Lili Waru Iman Gea

admin admin
Ketua Umum HBB Tuding Kepolisian Abaikan Keadilan Jika Tidak Batalkan Penetapan Tersangka untuk Lili Waru Iman Gea
IST|Pelita Batak
Lamsiang Sitompul,SH,MH

Medan (Pelita Batak):

Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul,SH,MH meminta penetapan Liti Waru Iman Gea (37) sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan dengan oknum preman yang terjadi di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dihentikan. Kepolisian Republik Indonesia diharapkan tidak melakukan arogansi dalam penegakan hukum, bahkan terkesan mengabaikan keadilan.

Menurut Lamsiang, apa yang dilakukan wanita yang berprofesi pedagang itu merupakan tindakan yang dilindungi undang-undang. "Dia hanya membela diri dari tindakan penganiayaan yang dilakukan BS, hal itu dilindungi dalam pasal 49 ayat 1 KUHPidana, orang yang melakukan pembelaan diri tidak dipidana," ujarnya kepada wartawan Minggu (10/10/2021).

Peristiwa 5 Oktober 2021 itu, lanjutnya, menurut hemat kita sesuai data dan fakta yang masyarakat luas tahu korban penganiayaan adalah Liti Waru Iman Gea (37). Mendapat perlakuan tidak sepantasnya dari BS.

"Ibu itu dianiaya, ya dia melakukan perlawanan terhadap oknum preman yang kini justru merasa diatas angin karena Kepolisian seolah mengabaikan aspek hukum yang sesungguhnya," ujar Lamsiang.

Menurut Lamsiang, jika Liti Wari Iman Gea tetap dijadikan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, maka mencederai keadilan. Sehingga, Kepolisian diminta untuk membatalkan penetapan tersangka dan proses hukum terhadap Liti Wari Iman Gea dihentikan.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi saat melakukan konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Sabtu (9/10/2021) malam menyebutkan sesuai arahan Kapolda Irjen Pol. RZ.Panca Putra Simanjuntak agar proses penyelidikan kasus tersebut diambil alih unit Kriminal Umum Polda Sumut dan Polrestabes Medan.
Tersangka BS yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka telah diamankan di Mapolrestabes Medan.
Sedangkan dua tersangka lainnya, inisial DD dan FR yang masih dalam pengejaran, diminta agar menyerahkan diri. (*)

Komentar
Berita Terkini