Labuhanbatu (Pelita Batak):
Ketua pelaksana tim percepatan penurunan stunting (TPPS)
Kabupaten Labuhanbatu yang juga Wakil Bupati Labuhanbatu Hj.Ellya Rosa
Siregar,S.Pd, melakukan review kinerja tahunan aksi integritas stunting tingkat
kabupaten dan rencana tindak lanjut di Kabupaten Labuhanbatu.
Di penghujung Tahun 2022 ini beragam upaya telah banyak kita
lakukan dalam perbaikan kesehatan masyarakat di Kabupaten labuhanbatu,
khususnya penanggulangan balita stunting di Kabupaten Labuhanbatu titik beragam
kegiatan di tingkat kabupaten sampai dengan tingkat desa dan kelurahan telah
dilakukan secara bahu-membahu dalam menurunkan kasus stunting 14% tahun 2024
sesuai instruksi presiden Republik Indonesia. Ucap Wabup Kamis 8/12/2022,
diaula platinum hall Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan.
Sektor spesifik yang telah dilakukan dinas kesehatan dan
sensitif dari berbagai organisasi seperti Dinas PUPR, Perukim, DP2KB, Kemenag,
Pendidikan, Perikanan, Dinas Sosial dan kegiatan-kegiatan Kecamatan dan Desa
pun diharapkan dapat mengurangi angka stanting di Kabupaten labuhanbatu.
Di penghujung tahun ini kita sampai pada aksi ke-8 yaitu
review kinerja tahunan aksi integrasi penurunan stunting yang sebelumnya aksi 1
sampai aksi 7 telah kita laksanakan.
Review kinerja merupakan penilaian yang dilakukan oleh
pemerintah Kabupaten, khususnya kepala daerah dalam pelaksanaan program
penurunan stunting selama 1 tahun terakhir mulai dari aksi 1 sampai dengan aksi
7. Nantinya kegiatan ini akan menjadi indikator hasil dalam setiap tahapan yang
telah dilaksanakan dan menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan analisis situasi
(Aksi 1) tahun rencana dalam penyusunan rencana kerja dan penganggaran
masing-masing opd kecamatan dan desa.sebut Wabup.
Dalam pertemuan ini saya tekankan penurunan stunting harus
dilakukan secara simultan dan serius. Guna menciptakan generasi muda labuhan
batu bebas panting. Saya harapkan dalam kegiatan ini akan terbentuknya dokumen
rencana tindak lanjut realisasi rencana kegiatan penurunan stunting,
faktor-faktor penghambat penurunan stunting di lapangan serta rekomendasi
kegiatan pada tahun rencana.
Pertemuan ini merupakan landasan penting dalam mempersiapkan
Kabupaten labuhan batu dalam penilaian kinerja pada Maret 2023 mendatang,
sehingga kita harus mempersiapkan lebih awal dengan persiapan yang matang.Tegas
Wabub.
Sementara Kaban Bappeda Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti
,S.Sos,MM, dalam paparannya menyampaikan isu aktual masalah tata kelola
pelaksanaan program hasil pendampingan terpadu di 12 provinsi prioritas.
Disebutkan Hobol, komitmen kepala daerah disebagian daerah
masih belum diwujudkan dalam bentuk aksi nyata dan diturunkan kepada OPD,
Camat, Kepala Desa dan Kelurahan. Untuk ini pemerintah daerah diingatkan untuk
mewujudkan komitmen yang sudah ditandatangani bersama sekretariat wakil
presiden menjadi aksi nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh kelompok
sasaran.
Terkait dengan regulasi beberapa daerah masih belum
mempunyai regulasi sebagai dasar pelaksanaan program. Beberapa kabupaten kota
yang telah mempunyai regulasi masih perlu melakukannya penyesuaian dengan
Perpres nomor 72 tahun 2021 yang baru terbit.
Masalah data juga terjadi di seluruh kabupaten kota,
perbedaan data SSGI dan ePPGBM menjadi diskursus hangat. Selain itu cakupan
ePPGBM , kualitas pengukuran dan ketersediaan alat menjadi isu besar dalam
masalah data.
Penganggaran dan perencanaan juga jadi masalah bagi hampir
seluruh kabupaten/kota, keterbatasan anggaran menjadi isu utama daerah masih
sangat tergantung pada dana transfer dari pusat.pungkas Hobol.
Ditempat yang sama Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas
Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Friska,E.Simanjutak menyampaikan, saat ini
kabupaten Labuhanbatu telah sampai pada aksi ke-8 percepatan penurunan stunting
dan memperoleh peringkat ke-4 se-Sumatera Utara.
Dikatakan Friska prevalensi stunting riskesdas pada tahun
2021 Provinsi Sumatera Utara mencapai 25,8% dan di Kabupaten Labuhanbatu
mencapai 27%. Kita harus bahu membahu dalam menurunkan kasus stunting hingga 14
persen di tahun 2024 sesuai instruksi presiden Republik Indonesia.ujarnya.
Hadir mengikuti, review kinerja tahunan aksi integrasi
stunting tingkat Kabupaten Labuhanbatu, Staf Ahli Bupati Labuhanbatu Jumingan,
Kepala Dinas Kesehatan H.Kamal Ilham,S.K.M.MM, Plt Kadis P3A, Hj.Tuti Noprida
Ritonga, Para perwakilan kepala OPD, Camat, dan kepala Desa.(Rahmat Purba)