Kepala BNNK Labura Bantah Peras Pecandu Narkoba, Ini Klarifikasi nya

Administrator Administrator
Kepala BNNK Labura Bantah Peras  Pecandu Narkoba, Ini Klarifikasi nya
julius marbun | pelita batak
Kepala BNN Kabupaten Labuhanbatu Utara R. Leo P. Sihotang.

Labura (Pelita Batak):

Kepala BNN Kabupaten Labuhanbatu Utara R. LEO P. Sihotang menyampaikan klarifikasi kepada seluruh awak media terkait dugaan adanya pemerasan terhadap residen/ pecandu Narkoba.

Hal itu disampaikan nya kepada wartawan via WhatsApp, Selasa (6/12/2022).

"Bahwa yang pertama BNN Kabupaten Labuhanbatu Utara sudah melaksanakan SOP kegiatan yang dilakukan terhadap para Residen / Pecandu Narkotika yang telah berhasil kami lakukan Razia di salah satu tempat hiburan di Rantauprapat,” ujarnya.

Lebih lanjut, R Leo P. Sihotang menjelaskan, salah satu yang kami lakukan langkah-langkah SOP sesuai dengan aturan yang berlaku di BNN adalah Ketika Pecandu Narkotika yang tidak ditemukan Narkotika dibadannya atau tidak ditemukan barang bukti berupa Zat Psikotropika dibadannya, maka itu diamankan dan dibawa ke BNNK Labuhanbatu Utara untuk dilakukan Asesmen.

Dari 13 orang yang diamankan, 2 orang dikembalikan kekeluarga pagi harinya, karena setelah dilakukan test urine malam harinya di kantor dinyatakan urine nya negative.

Sisanya 11 orang yang terdiri dari 8 orang laki-laki, dan 3 orang perempuan dilakukan asesmen dan pembinaan di BNNK Labuhanbatu Utara selama 5 hari, banyak dilakukan kegiatan-kegiatan positif yang mereka terima dari BNNK Labuhanbatu Utara dan itu sudah tugas dan langkah kerja dari kami.

Hasilnya, 3 wanita tadi itu pemakaiannya ada yang baru 2 bulan. Nah melalui asesmen oleh dokter yang telah kita lakukan permeriksaan kejiwaan kesehatannya pemakaian mereka 2 bulan dan 3 bulan kebawah, mereka itu wajib kita lakukan pengobatan dengan rawat jalan.

Seperti rehabilitasi yang di maksud oleh UUD No 35 Tahun 2009 adalah Rehabilitasi Sosial dan Rehabilitasi Medis, Rehabilitasi Medis adalah Rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap dikarenakan pemakaiannya 2 bulan kita lakukan pengobatan dengan rawat jalan sebanyak 8 kali selama 3 bulan terhadap 3 wainta.

Demikian juga yang 8 orang lagi laki-laki yang 3 orang pemakaiannya setelah di tes urine dan setelah di lakukan asesmen oleh dokter kita, ternyata pemakian mereka sudah lebih dari setahun sehingga yang 3 tadi itu, bahkan ada yang telah memakai sabu-sabu bukan hanya inex.

Lalu, di akukan lah kepada mereka rehabilitasi rawat inap dan sudah kita letakkan di salah satu panti rehabilitasi swasta yang sudah bekerja sama dengan BNNK Labuhanbatu Utara, sementara yang 5 lagi dibawah 5 bulan.

Setelah hasil dari asesmen, dokter mengatakan bahwa mereka harus menjalani rawat jalan sehingga mereka wajib mengikuti rawat jalan sebanyak 8 kali selama 3 bulan. Dari ketiga orang yang rawat inap itu merupakan pegawai pada salah satu tempat Razia yang kita lakukan tersebut.

Nah, benar bahwa mereka itu di jemput oleh keluarganya dan keluarganya bersedia menjamin bahwa dia akan dibantu bersama BNN untuk penyembuhan terhadap yang kita jangkau tadi.

Jadi, tidak benar BNN Kabupaten Labuhanbatu Utara itu ada menrima uang Rp 60 juta, karena pada saat itu keluarganya datang dan mereka bersedia untuk melakukan upaya bersama dengan BNN untuk penyembuhan.

"Tidak benar kita dari BNN itu baik saya atau personil menerima Rp 60 juta seperti di sampaikan dan termaksud juga pernyataan-pernyataan mereka sudah ada di BNN, dan itu langsung di sampaikan kepada mereka dan tidak benar ada dugaan kami meneriman itu uang seperti yang di sampaikan apalagi dalam bentuk katanya pemerasan. Jadi itulah bentuk klarifikasi kami yang kami lakukan sudah sesuai dengan SOP mudah-mudahan ini bisa jadi bermanfaat untuk masyarakat Labuhanbatu Raya,"Jelas R Leo P. Sihotang kepada wartawan.(Julius Marbun)

Komentar
Berita Terkini