Jelang Akhir Tahun, Warga Medan Hirup Debu Proyek Drainase

Administrator Administrator
Jelang Akhir Tahun, Warga Medan Hirup Debu Proyek Drainase
Adol Frian Rumaijuk| Pelita Batak
Alat berat yang bekerja di proyek drainase di Jl. Karya Wisata Medan Johor, terlihat pekerja juga sedang bekerja, sementara warga harus menghirup debu dan jalanan berkumpul. Foto dipetik Selasa 28 Desember 2021.

Medan (Pelita Batak):

Jelang akhir tahun 2021, sebagian besar warga Medan harus menghirup debu saat terik dan becek saat hujan. Peningkatan aktivitas warga mempersiapkan pergantian tahun terganggu oleh pengerjaan proyek drainase di sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Program pembangunan yang tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya, terkesan hanya menghabiskan masa tahun anggaran. Pekerjaan seperti ini diduga akan sarat dengan pelanggaran dan terjadinya tindak pidana korupsi.


Pantauan pelitabatak.com di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, Selasa (28/12/2021), proses pekerjaan pemasangan saluran drainase dengan susunan beton yang telah dibentuk sebelumnya masih berlangsung. Alat berat digunakan untuk mengeruk saluran dan untuk mengangkat beton cor yang digunakan. Pekerja berjibaku untuk mengerjakannya.

Seperti terpantau di Jl. Sei Belutu Medan Baru, saluran drainase masih menganga. Kemudian di Jl. Karya Wisata Medan Johor dan sejumlah ruas jalan lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Warga yang ditemui di sekitar pekerjaan proyek mengaku sangat terganggu. "Kita senang ada pembangunan, namun kenapa selalu harus diakhir tahun seperti ini. Kita seharusnya bersiap merayakan pergantian tahun, ini malah makan debu," ujar Sianturi yang ditemui di Jl. Sei Belutu. Warga berharap, ke depan tidak lagi pemerintah melakukan program pembangunan yang terkesan hanya mengejar target waktu, mengabaikan kualitas dan dampak lingkungannya.

Warga sangat khawatir, pengerjaan proyek yang menimbulkan debu saat terik dan becek saat hujan akan mengganggu kesehatan warga.

Bahkan warga di sekitar Jl. Karya Wisata sangat menyayangkan program pembangunan yang justru mengganggu kegiatan warga. "Sama saja, wali kota dari dulu ya begini-begini saja. Tak pernah pikirkan nasib warganya," kata ibu paruh baya, Mirna, kepada wartawan.

Sejak dua minggu terakhir, warga di Jl. Karya Wisata harus merasakan kesulitan untuk keluar masuk daerah tinggalnya. Pekerjaan proyek yang dilakukan siang hingga menjelang malam sangat mempengaruhi aktivitas warga. (TAp)

Komentar
Berita Terkini