Gempa Bumi di Taput, Keluarga Besar Horas Bangso Batak Berduka

Buka Rekening Peduli
Administrator Administrator
Gempa Bumi di Taput, Keluarga Besar Horas Bangso Batak Berduka
IST|Pelita Batak
Gempa di Taput, Keluarga Besar Horas Bangso Batak Buka Rekening Peduli

Medan (Pelita Batak):

Gempa Bumi yang mengguncang bona pasogit, Tapanuli Utara dengan kekuatan 6 SR pada Sabtu 1 Oktober 2022 mengejutkan dan menimbulkan berbagai kerusakan. Keluarga besar Horas Bangso Batak (HBB) merasakan betapa terkejut dan tersiksanya warga sekitar akibat gempa bumi tersebut.

Ketua DPD HBB Sumut Tomson Marisi Parapat SH mengatakan, “Turut berduka cita kepada korban yang meninggal dunia dan turut menanggung beban bagi saudara saudara yang di timpa musibah gempa dan Kebakaran di Sarulla/Pahae Jae.”

Tomson yang juga Putra Pahae Jae itu, mengatakan begitu prihatin dengan kondisi yang dialami warga di Tapanuli Utara. "Gempa terjadi saat warga nyenyak tidur. Bisa kita rasakan betapa trauma nya mereka akibat musibah ini," ujarnya.

Meski demikian, peristiwa ini adalah bencana alam, yang tidak seorang pun menduga dan bisa memprediksinya. Lewat Horas Bangso Batak, Tomson mengajak seluruh lapisan masyarakat di Nusantara untuk memberikan perhatian ke Tapanuli Utara saat ini.

HBB sendiri, lanjutnya, siap memfasilitasi partisipasi seluruh putra/Putri bangsa yang mau peduli. "Kita sudah buka rekening peduli melalui rekening Bank mandiri nomor 1050015061249 atas nama Perkumlulan Horas Bangso Batak Peduli Kasih. Mari kita bergandengan tangan, menopang bona pasogit tercinta," ujarnya sembari menyebutkan konfirmasi bukti pengiriman bisa di kirim ke WA 082276441115.

Ketua Umum DPP Horas Bangso Batak Lamsiang Sitompul, SH.,MH pun menguatkan pernyataan Tomson tersebut. Mengajak siapa saja yang peduli untuk menopang Tapanuli Utara pascagempa 1 Oktober 2022.

Berdasarkan data yang diterima dari Mapolda Sumut, akibat gempa yang terjadi menimbulkan korban jiwa meninggal dunia dan terluka. Adapun identitas korban yang meninggal dunia dan terluka, yakni Leo Sihombing (62) Tahun warga Jalan Kornel Simanjuntak Tarutung, meninggal dunia karena sakit jantung akibat gempa bumi.
Candra AP (24) Tahun warga Desa Sidagal Siatas Barita, alami luka robek, ILT (12) Tahun pelajar alami luka ringan, Elisabet Br Lumbantoruan (18) Tahun mahasiswa alami patah kaki, Febrian Manalu (21) Tahun warga Jalan HKI, Tarutung, alami luka robek.
Kemudian, Romauli Nababan (24 ) Tahun warga Tapian Nauli Simorangkir, alami syok, Panti Hutabarat (52) Tahun luka berat di kepala, JM (6) Tahun warga Tarutung, alami luka robek, SS (14) Tahun warga Situmeang Habinsaran, alami lukan robek.

Lalu, Pola Simanjuntak (34) Tahun warga Sipoholon Sibuntuon, alami luka robek, AS (9) Tahun warga Tangsi Tarutung, alami kaki keseleo dan AMH (12) Tahun warga Tarutung terjatuh akibat gempa.

Selain korban meninggal dan lula-luka, warga Tapanuli Utara juga mengalami kerugian dari segi infrastruktur. Rumah ibadah rubuh, rumah tinggal dan fasilitas umum lainnya yang rusak akibat gempa. (TAp)

Komentar
Berita Terkini