Bersama HBB, Longser Sihombing Perjuangkan Keadilan ke Kejaksaan Tinggi Sumut

admin admin
Bersama HBB, Longser Sihombing Perjuangkan Keadilan ke Kejaksaan Tinggi Sumut
Adol Frian Rumaijuk| Pelita Batak
Longser Sihombing saat menunjukkan berkas yang menjadi bukti terjadinya kriminalisasi terhadap dirinya

Medan (Pelita Batak):

Sebagai aksi lanjutan di Mapolda Sumut beberapa waktu lalu, massa Horas Bangso Batak (HBB) kembali melakukan aksi unjukrasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (25/11/2021). Aksi untuk menuntut keadilan atas kasus dugaan kriminalisasi hukum terhadap AKP (P) Longser Sihombing yang merupakan mantan penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut.

Seratusan massa turut dalam aksi yang juga langsung dihadiri Longser Sihombing sendiri yang dilakukan dengan membawa berbagai poster dan spanduk berisikan tuntutan dan harapan Pengunjukrasa. Orasi dilakukan dengan menggunakan pengeras suara.

Dalam orasinya, AKP (P) Longser Sihombing yang juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Sukarame, Pakpak Bharat mengatakan, saat dirinya menjabat sebagai Kapolsek di Pakpak Bharat pada tahun 2016, dia mengaku dikriminalisasi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejati Sumut) beserta seluruh anak buahnya.

Menurutnya, Kriminalisasi yang dialaminya berawal sejak dirinya tidak mau melepas tangkapan truk berisi 2.000 liter solar pada tahun 2016. Longser sempat diminta oleh pimpinannya di Polres Pakpak Bharat untuk melepas truk bermuatan 2.000 liter solar, yang ditangkap pada Agustus 2016. "Dari sini lah awal dugaan kriminalisasi saya terima. Saya dijebak, dikatakan memeras Rp 200 juta. Kemudian saya dibawa ke Polda Sumut dan ditahan di tahanan narkoba hampir 120 hari lamanya," kata.

Dalam proses rekayasa hukum yang dialaminya, Longser Sihombing menuding pejabat Polda Sumut, mulai dari Direktur Reserse Kriminal Umum, Direktur Reserse Kriminal Khusus, dan Kabid Propam Polda Sumut periode September - Desember 2016, turut bekerja sama memenjarakan dirinya.

"Penyidik memaksa saya untuk mengajukan penangguhan penahanan, tapi saya tidak mau, karena pada tanggal itu saya akan bebas demi hukum," kata Longser dalam aksi yang dihadiri Ketua Satgas HBB Sumut itu. Namun, pada 29 Desember 2016, Longser Sihombing diserahkan ke Pidsus Kejati Sumut dengan tuduhan menerima suap yang masuk ke dalam tindak pidana korupsi (Tipikor).

Padahal, pada 27 Desember 2016, SPDP nya baru dibuat ke Kejati Sumut tentang dugaan kasus suap. "Ini kan aneh sekali, sangat jelas kriminalisasi, super diskriminatif dan terstruktur. Sehingga membuat BAP palsu terhadap saya ini hanya dalam tempo dua hari. Kasus pemerasan yang disangkakan kepada saya tiba-tiba berubah menjadi kasus Tipikor, kan cukup luar biasa ini," jelas Longser dalam orasinya.

Setelah melakukan orasi beberapa waktu, Kasipenkum Kejatisu Yosgernold Tarigan menghampiri pengunjukrasa dan mengatakan dirinya mewakili pimpinan untuk menerima aspirasi HBB. Namun massa menolak dan meminta untuk Kajatisu sendiri yang menemui massa. Bahkan ketika pihak Kejatisu menyampaikan agar perwakilan massa masuk untuk bertemu Kajatisu, merekapun menolak. "Kami datang bersama-sama, maka kami mau bertemu bersama. Kam minta Kajatisu menemui kami di sini!" seru pengunjukrasa.

Kemudian Longser Sihombing mengatakan, meski kasus itu telah berlalu selama 5 tahun, dirinya akan terus berjuang bersama HBB untuk mengungkap keadilan. "Saya yang merupakan Penyidik saja diberlakukan seperti itu, bagaimana dengan orang yang tidak mengerti banyak tentang hukum? Maka saya berjuang untuk kepentingan keadilan semua orang," katanya.

Namun permintaan itu ditolak Kasipenkum dan akhirnya massa menutup jalan AH Nasution satu arah, sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas. Hingga berjam-jam massa melakukan pemblokiran jalan, Kajatisu tak kunjung menemui Pengunjukrasa.

Setelah menjelang sore, Kasi Intel Kejatisu Dwi Setyo menemui massa dan menampung aspirasinya. Dia berjanji akan menyampaikan aspirasi warga kepada Kajatisu. (TAp)

Komentar
Berita Terkini