Bantuan UEM, Pengurus Yapentra Kelola Air Minum Sendiri Hingga Miliki Studio Rekaman

Administrator Administrator
Bantuan UEM, Pengurus Yapentra Kelola Air Minum Sendiri Hingga Miliki Studio Rekaman
Adol Frian Rumaijuk| Pelita Batak
Moderator UEM Pdt Willem TP Simarmata menyimak penjelasan Direktur Yapentra Jabes Silaban tentang manfaat alat pengolahan air minum di Yapentra

Deliserdang ( Pelita Batak):

Pengurus Yayasan Pendidikan Tuna Netra (Yapentra) Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang kini mampu mengelola air bersih untuk kebutuhan air minum seluruh penghuni yayasan. Alat pengolah air minum bantuan United Evangelical Mission (UEM) atau Lembaga Pekabaran Injil dimanfaatkan dan kini beroperasi hingga pengurus yayasan tidak lagi mengeluarkan biaya belanja air minum yang selama ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air minum.


Dengan semangat dan senyum ramah, Ketua Yapentra Jabes Silaban menyambut kedatangan Moderator UEM Ephorus emeritus Pdt Willem TP Simarmata, MA saat berkunjung ke kantornya, minggu lalu. Dengan sapaan hangatnya, dan dengan sedikit berlari menyambut kedatangan pria yang kini juga menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah asal pemilihan Sumatera Utara itu. “Horas ompung,” sapanya.

Meski diawal telah menawarkan agar Pdt Willem dan rombongan masuk ke ruang kerjanya, Jabes seakan tidak bisa menahan kegembiraannya dalam kunjungan tidak terjadwal ini. Dengan rasa bangga, dia langsung menunjukkan beberapa plank bertuliskan kerjasama dengan UEM.


Bahkan sembari berjalan dan mengarahkan sang moderator, ke salah satu sudut bangunan di tengah komplek Yapentra. Instalasi pengolah air bersih yang merupakan bantuan dari UEM kini berfungsi bahkan menghasilan kualitas air minum siap untuk langsung dikonsumsi. “Ini kami sudah uji dan hasilnya sama dengan air kemasan Cleo yang dijual di pasaran,” jelasnya dan disimak Pdt Willem dengan seksama.

Kemudian, Jabes membawa Pdt Willem ke salah satu gedung berbeda dan di sebelah pintu masuk dituliskan Studio Blind Make Radio. Ruangan kedap suara yang dibagi dengan ruang operator dan ruangan rekaman suara, dengan dibatasi dinding kaca transparan sebagai konektor untuk instruksi. “Ini sangat membantu kami Ompung, semua kami manfaatkan untuk anak-anak kita,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pdt Willem pun menyempatkan untuk memainkan keyboard yang ada di ruang operator tersebut. Dengan mengambil pengaturan organ, Pdt Willem pun memaikan keyboard dengan sebuah lagu rohani kesenangannya.


Dengan kagum, Jabes Silaban pun mengucapkan pujian untuk Pdt Willem yang masih bisa memainkan jemarinya dengan lincah di atas tuts keyboard. “Belum lupa masa seminary ya, Ompung. Luar biasa,” pujinya.

Seolah mengulangi sambutannya, Jabes mengajak Pdt Willem menuju ruang kerjanya untuk menikmati air mineral olahan instalasi sumbangan UEM tersebut. Di ruang kerja Jabes, Pdt Willem disuguhkan menikmati air mineral dan menyatakan kebanggaannya dengan Yapentra yang mampu memanfaatkan dan menggunakan bantuan UEM untuk meningkatkan pelayanan bagi anak-anak sauhan Yapentra.

“Kita sangat mengapresiasi Yapentra yang ternyata terbantu dengan dukungan UEM. Itu sudah luar biasa, bahkan saat ini mereka tidak lagi mengeluarkan biaya sebesar sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan air minum. Dan saya sudah mencoba, sangat nyaman dan layak dikonsumsi,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu pun, Pdt Willem yang didampingi Deputi UEM Asia Petrus Sugito berharap dengan keberadaan Yapentra akan semakin banyak warga dengan berkebutuhan khusus mendapat pasilitas untuk tumbuh kembang dan mengasah talentanya. “Hal ini adalah tanggungjawab gereja yang diambil alih Yapentra. Dengan kata lain, semuanya kita bertanggungjawab untuk terlibat dan memberikan dukungan,” harapnya.(TAp)

Komentar
Berita Terkini