Akes Jalan Silimbat-Parsoburan Rawan Longsor, Jadi Pane Sesalkan Lambannya Penanganan

Administrator Administrator
Akes Jalan Silimbat-Parsoburan Rawan Longsor, Jadi Pane Sesalkan Lambannya Penanganan
ist | pelita batak
Warga bersama aparat kecamatan dan desa melakukan gotongroyong membuka akses pasca longsor, Minggu (17/4/2022). Diharapkan pemerintah provinsi memberikan perhatian dengan menempatkan alat berat yang siaga di kawasan ini

Medan (Pelita Batak):

Ruas jalan Silimbat-Parsoburan yang merupakan jalan yang kewenangannya di Provinsi Sumut pada saat perayaan paskah 2022 terjadi beberapa titik longsor. Sayangnya, pemerintah terkesan lamban dan abai akan kondisi akses yang menghubungkan Toba dengan Kecamatan Habinsaran, Kecamatan Nansau dan Kecamatan Borbor itu. Pada tanggal 16 April 2022 lalu, setidaknya ada tiga titik longsor yang berpengaruh kepada mobilitas warga yang menggunakan akses ini khususnya saat perayaan Paskah.



Jadi Pane,SPd,MM saat berada di salah satu lokasi titik longsor Jalan Silimbat-Parsoburan pada, Minggu 17 April 2022 lalu


Hal itu dituturkan seorang putra daerah, Jadi Pane,SPd,MM yang melintas dari Kawasan itu saat akan merayakan paskah di daerah tersebut kepada wartawan, Selasa (19/4/2022). “Ada tiga titik longsor itu kemarin, warga dan perantau yang ingin berkunjung ke kampung halaman jadinya terganggu,” ujar Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut itu.

Kemudian dikatakan Jadi Pane, sesungguhnya Kawasan itu bukan baru-baru ini saja menjadi Kawasan rawan longsor. Namun sangat disayangkan, jika pemerintah seolah tidak perduli dengan kondisi tersebut.

“Padahal Kawasan ini juga sudah pernah dikunjungi Gubernur Sumut, tapi tidak ada perhatian sama sekali. Semestinya ada alat berat yang siaga di daerah ini, supaya warga tidak terkendala dalam melakukan aktivitasnya,” ujarnya.

Kemudian dikatakannya, saat longsor terjadi, warga bergotongroyong dengan swadaya sejak pukul 6.00 WIB. Bersama apparat kecamatan dan desa, warga mengupayakan Kawasan longsor untuk bisa dilalui.

“Kita sangat berharap, pemerintah provinsi akan memberikan perhatian secara terfokus kepada setiap daerah di Sumut. Masing-masing wilayah pasti berbeda kebutuhannya, dengan demikian kita percaya akan terwujud pembangunan yang merata,” ujarnya.

Dosen UNPRI Medan ini juga berharap, agar pembangunan yang dilaksanakan di Sumut ini telah melalui pemetaan permasalahan yang dihadapi secara menyeluruh. Dengan melakukan survei langsung ke setiap daerah dengan menyerap aspirasi masyarakat serta menjadikannya sebagai pedoman dalam pembangunan. “Kita melihat, program pembangunan masih berdasarkan data yang lama. Sehingga daerah yang dibangun itu itu saja. Sementara daerah yang selama ini luput dari perhatian, akan terus terlupakan. Pembangunan hanya seadanya saja,” ujarnya. (Tap)

Komentar
Berita Terkini