Gunung Sinabung Kembali Bergejolak, Warga Dihimbau Jauhi Zona Merah

Administrator Administrator
Gunung Sinabung Kembali Bergejolak, Warga Dihimbau Jauhi Zona Merah
Pelita Batak :

Warga seputaran Gunung Sinabung diimbau waspada dan menjauhi kawasan gunung. Pasalnya gunung tersebut kembali bergejolak dengan  menunjukkan peningkatan aktivitas yang sangat signifikan. Gunung api yang terletak di Kabupaten Karo ini kembali memuntahkan awan panas dan lava pijar dengan intensitas yang cenderung meninggi. Getaran gempa juga semakin kuat, kemudian terjadi erupsi awan panas hingga 22 kali dalam 12 jam dan semakin besarnya volume kubah lava yang mencapai 2,6 juta kubik.

Demikian dikatakan kepala pos pengamatan gunung Sinabung Armen Putra, Rabu (24/8/2016). Dalam laporan terkini gunung api Sinabung, visual disekitar gunung tertutup kabut, cuaca mendung, angin sedang - kencang ke arah timur dan suhu udara antara 16-20°C. Jarak dan arah luncur awan panas tidak teramati karena tertutup kabut.

Kemudian seismiknya, terjadi sebanyak ratusan kali guguran dengan jarak pada 5-120 mm pada data parameter seismograf. Lama gempa mencapai kisaran 37-776 detik. Sehingga kesimpulannya Gunungapi Sinabung masih tetap pada level tertinggi yaitu AWAS (Level IV).

Untuk itu, pihaknya merekomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas didalam radius 3 km dari puncak dan masyarakat dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta dalam jarak 4 km untuk sektor utara – timur gunung Sinabung dan agar supaya pemerintah mengevakuasi masyarakat ke tempat aman apabila masih ada di lokasi tersebut. Kemudian, kepada masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya banjir lahar dingin. Menurutnya, pihaknya juga sedang berupaya meminimalisir volume kubah lava dengan cara menggugurkannya dengan bantuan peralatan yang dimiliki pihaknya. Namun untuk jumlah berapa kubik yang sudah mampu digugurkan, ia juga belum bisa memastikan sebab masih tertutup kabut. Untuk pengguguran ini juga masih terhambat oleh rawan terjadinya erupsi awan panas guguran.

Terpisah, Dandim 0205/TK Letkol Inf Agustatius Sitepu yang juga sebagai Dansatagas penanganan bencana erupsi Sinabung, dalam rangka mengantisipasi akibat dari meningkatnya eskalasi erupsi gunung Sinabung mengajak semua instansi terkait termasuk vulcanologi dan seluruh jajaran Pemkab untuk rapat koordinasi di Makodim 0205 Kamis (25/8) (hari ini) pukul 9.00 wib. Hal ini perlu dilakukan guna mengantisipasi supaya tidak ada lagi korban apabila terjadi erupsi besar. "Rapat kordinasi dan sosialisasi supaya sama sama kita menghimbau warga tidak berada di zona merah primer," katanya.(TAp)
Komentar
Berita Terkini