Solusi untuk KDT bukan FOOD ESTATE

Oleh : Henry Sitanggang, S.H
Administrator Administrator
Solusi untuk KDT bukan FOOD ESTATE
IST|Pelita Batak

FOOD Estate itu niatnya baik, tapi operasionalnya akan sama dengan usaha peternakan ayam yg dikelola raksasa industri pakan ayam. Ini bisnis gurita, rakyat hanya jadi kuli.

Kelihatan bagus, hasil ayam tertampung, pasar terjamin. Rakyat tdk pusing . Sampai titik ini bagus. Tapi benarkah rakyat beruntung pelihara ayam dari peternak itu? Jawab: Tidak.

Gurita itu yg memakan untung. Ini kapitalisme.

Food Estate juga bisa muaranya sama.

Jadi apa solusinya?

Saya kembali kutif disini filsafat hukum bahwa Law is a social engineering to reconcile the unreconcilable , to synthesise the ubsynthesizable for the benefits of the people so that they can grow to the fullest possible.( Hukum adalah sarana sosial untuk mendamaikan hal yang tak terdamaikan dan menyatukan hal yang tak tersatukan demi keuntungan masyarakat agar mereka dapat bertumbuh setinggi munkin kemajuannya)

Derita rakyat itu= fakta

Kapitalisme itu= fakta

Karl Marx gagal mendamaikan si Kapitalis dengan si Proletar.

Maka terpujilah Tuhan telah menciptakan Boeng Karno, bahwa nilai nilai yg harus dibangun itu adalah Pancasila.

Can Food Estate be realized on the Principles of Pancasila? This one that must be synthesized and reconciled.( Dapatkah Food Estate itu didasarkan pada asas asas Pancasila. Inilah yang harus dikawinkan dan diramu).

Makanya peran negara/ pemerintah bukan sekedar penjaga malam atau satpam. Pemerintah itu harus menjadi Pensejahtera terhadap rakyat, bukan hanya pensejahtera investor/kapitalis. We do need capital(Kita butuh memang modal).

Rakyat butuh modal, mini traktor, composter, ternak utk sumber kompost, penyuluh 24 jam online, laboratorium jika ada hama atau daun tanaman kelihatan mulai berkerut atau tanaman kerdil, untuk mencari apa penyebab masalah.

Dosen Filsafat hukum ku di UGM bernama NG Murtono mengatakan perlu" turba". Ia bilang jika daun menguning, coba diperiksa, apa akar yang terserang hama atau justru kurang air.?

Kembali ke laptop.

Yg kita inginkan itu rakyat sejahtera, bukan investor sejahtera. Keduanya harus beruntung: synthesized.

Siapa Synthesizernya?( Siapa yang meramunya?)

Kuda liar kapitalis jika di naiki si Jalungun( the poor farmer), ia tdk tahu dibawa kemana si Jalungun dan dijatuhkan dimana. Kuda liar ini harus bisa dijinakkan.

Perlu ada mantera( legal norm) untuk menjinakkan si kapitalis

Yg terbaik itu sebenarnya adalah memberdayakan si Jalungun dan KUD dan BUMD yg dikelola oleh abangnya si Jalungun, ysng tahu derita adiknya: rakyat jelata yg polos itu

Both parties harus punya Utmost Good Faith

But...mana bisa kita jinakkan kuda liar Kapitalis?

Investor bisa investasikan hasil Food Estate bukan utk Kentungan Rakyat. Ini jelas ngaur

Rakyat yg merana, kulit garing kena panas, si kapitalis yang untung.

Saat ditempatkan pejabat negara sebagai supervisor, dia pula yg kenyang dan makmur.

Susah. Jadi the best solution ada Empowering atau Pemberdayaan rakyat.

Ajari mereka sepenuh hati, beri modal, berikan mini traktor, ternak, penyuluh dan lab. Pekerjakan orang yg " terpanggil" jiwanya.(*)

Jkt 13.12.21

Henry Sitanggang

Komentar
Berita Terkini