Pdt Dr Robinson Butarbutar Serukan Menolak Pelemahan Sistemis terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi

Administrator Administrator
Pdt Dr Robinson Butarbutar Serukan Menolak Pelemahan Sistemis terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi
Ist
Kliping koran Kompas tentang KPK

Teman-teman yang budiman, penggerak reformasi di negeri tercinta. 

Hingga hari ini kita dengan tekun mengikuti upaya-upaya sistemis melemahkan kinerja KPK dalam memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi di negeri tercinta, yang kita tahu sejak lama, bukan hanya pada zaman Orde Baru tetapi juga kini telah memiskinkan bangsa kita, membuat kita tertinggal dari bangsa-bangsa di sekitar kita yang sumber daya alamnya tidak sebaik yang kita miliki.

Kita mengetahui bahwa pendirian KPK merupakan tuntutan reformasi. Tetapi pelemahan KPK dilakukan secara bertubi-tubi, mulai dari upaya pengkriminalisasian para pemimpin dan penyelidik KPK, hingga upaya merevisi Undang-undang Pemberantasan Korupsi, khususnya bagian-bagian yang membedakan KPK dengan lembaga judicial dan penegaknya yang sejak lama masih memerlukan reformasi di dalam dirinya. Malah akhir-akhir ini, karena pekerjaan KPK berdampak pada disangkakannya para , anggota hingga pimpinan tertinggi Dewan Perwakilan Rakyat ikut terlibat dalam tindak pidana korupsi Triliunan Rupiah  E-KTP, pihak-pihak tersangka di parlemen yang mendapat penolakan dalam merevisi UU tersebut di atas malah mencoba memecah KPK dari dalam dengan menyebut adanya ketidakrapian institusi KPK di dalam dirinya. 

Devide et impera sudah terbukti sangat piawai melemahkan perjuangan melawan kejahatan, penjajahan, dan ketidakadilan.

Malah seorang anggota DPR sanggup melontarkan pikiran pribadinya untuk membekukan KPK berdasarkan dalilnya bahwa KPK tidak rapi di dalam.

Mengamati keadaan itu, maka sebagai pendeta saya memohon kepada para anggota DPR yang mendapat mandat dari rakyat untuk berhati-hati dalam memberi pendapat, agar tidak menyinggung rasa keadilan rakyat pada umumnya dan rakyat miskin pada umumnya yang telah ditidakadili oleh pelaku-pelaku korupsi selama ini.

Korupsi adalah dosa. Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Adil membenci tindakan korupsi dan usaha-usaha melestarikan dan menguatkannya. Korupsi juga merusak  hidup pelaku korupsi itu sendiri dan keturunannya.   Bangsa kita akan terus tertinggal jika kita gagal mengentaskan korupsi yang sudah menjadi penyakit kanker dalam tubuh bangsa ini.

Ingatlah anak cucu kita yang banyak berharap dari kita untuk masa depan mereka yang lebih baik.

Mari berdoa agar Tuhan membentengi KPK lewat kita hamba-hambanya yang membenci tindak pidana korupsi.

Salam reformasi.

Pematangsiantar, 9 September 2017

Pdt Dr Robinson Butarbutar

Dosen Sekolah Tinggi Teologi HKBP

Ketua Ikatan Alumni STT HKBP

Ketua Forum Teolog Batak.

Komentar
Berita Terkini