GPI Ecclesia Kembangkan Sayap Pelayanan ke Medan Utara

Administrator Administrator
GPI Ecclesia Kembangkan Sayap Pelayanan ke Medan Utara
IST|Pelita Batak
Peletakan Batu Pertama rencana pembangunan GPI Ecclesia Mareland dan Sekolah Absalom-Panti Asuhan Maranatha tampak hadir Pdt. B Sihite, STh, Pdt. Samuel Sitanggang, MPd, Pdt. J. Simangunsong dan jemaat.

Medan (Pelita Batak):

Pengurus Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Medan Bergabung (Unity) mendukung pelebaran sayap pelayanan GPI Ecclesia di wilayah Medan Utara. Dibukanya dua pos pelayanan yaitu GPI Ecclesia Mareland bersamaan dengan Sekolah Absalom dan Asrama Panti Asuhan Maranatha, dan Pon Pondok Injil GPI Ecclesia Belawan Bahari di Asrama Panti Asahan Andreas. Keduanya dibawah naungan Yayasan Pondok Injil Alkitabiah Masa Kini Indonesia dibawah kepemimpinan Pdt. Samuel Sitanggang,MTh.

==Doa bersama peresmian Pos PI GPI Ecclesia Belawan Bahari yang dipimpin Pdt. B. Sihite STh diikuti para pengurus diantaranya Pdt. Samuel Sitanggang, MPd, Pdt. J. Simangunsong, St.R. Damanik==

Seperti disampaikan Pimpinan Sidang GPI Ecclesia Tanjung Anom Pdt. Samuel Sitanggang,MPd kepada media setelah kegiatan peletakan batu pertama untuk kedua pos pelayanan tersebut, Senin (25/7/2022). “Kami bersyukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus, kemarin kita sudah lakukan peletakan batu pertama untuk GPI Ecclesia Mareland dan Peremsian Pos PI di Belawan Bahari. Kami melakukan ini hanya untuk kepentingan pelayanan dan menjangkau lebih banyak jiwa yang harus diselamatkan,” katanya.

Dijelaskannya, saat peletakan batu pertama di Mareland, dilakukan Pengurus GPI Medan Bergabung Pdt. B. Sihite,STh disaksikan Ketua GPI Medan Bergabung Pdt. Drs. T. Parhusip, Sekretaris Pdt. Samuel Sitanggang, M.Pd, Bendahara Pdt. J. Simangunsong dan seluruh jemaat.

Peletakan batu pertama dan peresmian Pos PI ditandai dengan ibadah dan pemberkatan oleh Pdt. B. SIhite,STh.

Dikatakan Pdt. Samuel, Pimpinan Sidang GPI Ecclesia Belawan Bahari adalah St. R. Damanik sekaligus Ketua Pengurus dan Pembina Panti Asuhan Andreas.

Target pelayanan ini, kata Pdt. Samuel, adalah untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat sekitar. Dismaping pengkabaran injil, menurutnya, Lembaga gereja harus hadir sebagai penopang kehidupan bagi sekitarnya. “Ada anak-anak yang terlantar, anak-anak di keluarga tidak mampu. Gereja mau hadir sebagai perpanjangan tangan Tuhan untuk menopang mereka. Itu yang menjadi beban kita, maka kita mencoba melebarkan pelayanan ini,” katanya.

Demikian pun, harap Pdt. Samuel, pihaknya tetap berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, pemerintah dan Lembaga-lembaga yang berkaitan. “Kami tidak akan bisa berjalan sendirian, namun dengan bergandengan tangan, maka semua akan berjalan dengan baik dan bermanfaat,” harapnya. (*)

Komentar
Berita Terkini